Kamis, 13 November 2008

pengaturan BIOS

Sebagai tempat bernaungnya seluruh komponen, motherboard harusn mampu mengenali berbagai komponen yang terpasang. BIOS(Basic input output system) merupakan sekumpulan program yang disimpan pada ROM yang digunakan untuk melakukan tugas dasar, seperti mentransfer data, pengendali instruksi peralatan serta mengkonfigurasi proses inpot dan output hardware didilam system komputer.


BIOS sendiri terdapat pada sebuah chip memori tipe EEPROM (electrically erasable programmable read only memory) atau flash ROM yang umumnya memiliki kapasitas sebesar 2MB.
Menu penting yang tersedia pada BIOS umumnya sebagai berikut:
- Standard CMOS Setup
- BIOS Features Setup
- Chipset Features Setup
- Power Management setup
- PNP/ PCl Konfiguration
- Load Setup Default
- Integrated Peripherals
- Password Setting
- IDE Harddisk Detection
- Save and Exit Setup
- Exit Without Saving
Cara masuk ke menu BIOS adalah dengan menekan tombol DEL ( F1 atau Esc tergantung komputernya) pada saat computer sedang booting.

Standard CMOS setup
- Time and Date
Melakukan perubahan waktu dan tanggal pada system BIOS.
- Floppy Drive A and Floppy Drive B
Menentukan penggunaan floppy A dan B, berikut kapasitasnya
- Setup Harddisk
Menentukan kapasitas dan keberadaan harddisk
- Primary Master
Digunakan untuk harddisk utama atau harddisk system.
- Primary Slave
Digunakan untuk harddisk tambahan.
- Secondary Master
Digunakan untuk harddisk system ke-2.
- Secondary Slave
Digunakan untuk harddisk tambahan ke-2.


BIOS Features Setup
- 1st Boot Device
Menentukan pilihan pertama letak system boot untuk dibaca.
- 2nd Boot Device
Menentukan device berikutnya jika pada pilihan 1st boot tidak ditemukan system yang dibutuhkan.
- System Boot UP Num Lock
Pilihan ”on” untuk memerintahkan computer agar mem-boot agar lebih cepat dan pilihan off untuk tidak mengaktifkan menu ini.
- Floppy Drive
Pilihan enable untuk memerintahkan system agar mencari pada floppy disk pada saat memboot computer dan pilihan disable untuk tidak mengaktifkan menu ini.
PNP/PCI Konfiguration
Menu ini digunakan untuk mengatur konfigurasi plug and play hardware pada slot PCI.

Load Setup Default
Pilihan ini digunakan untuk memakai atau memanggil standar setup yang dimiliki oleh BIOS.

Password Setting
Menu ini digunakan untuk memasukkan dan mengaktifkan kata kunci untuk sipemakai.

IDE Harddisk Detection
Menu ini digunakan untuk mendeteksi keberadaan harddisk secara otomatis berikut parameternya, seperti kapasitas, landing zone, jumlah sector, jumlah silinder, dan mode harddisk.

Save and Exit Setup

Pilihan untuk menyimpan semua setup BIOS dan keluar dari menu setup BIOS.

Exit Without Saving

Pilihan untuk keluar dari menu setup BIOS tanpa menyimpan hasil setup BIOS.
MENGINSTALL SISTEM OPERASI
Hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk menginstall system operasi:
1. Tentukan system operasi yang ingin digunakan, apakah Windows atau Linux atau yang lainnya. Jika menggunakan Windows, tentukan versinya apakah Windows 98 SE, Windows ME, Windows 2000, Windows XP SP1, XP SP2, Windows Vista atau yang lain. Demikian juga dengan menggunkan system operasi Linux.
Dalam menentukan system operasi yang ingin digunakan, harus menyesuaikan dengan spesifikasi computer yang digunakan, agar system operasi dapat diinstall atau dapat digunakan dengan lancar.
2. Persiapkan master system operasi yang akan diinstall, dapat berupa CD, DVD atau berada di harddisk.
3. Jika system operasi tidak menggunakan bootable, maka persiapkan start up disk ( bbootable disk), dapat berupa disket atau CD. Start up disk ini bisa digunakan untuk partisi, format, dan setup untuk instalasi.


MENGINSTAL WINDOWS 98 SE
Langkah-langkah dalam partisi hard disk (low level format) sebagai berikut:
- Masukkan disket start up Win 98 SE kedalam floppy drive
- Hidupkan computer, masuk program BIOS
- Ubah boot up untuk pertama kali (first boot device) pada floppy disk atau removable disk, kemudian Save and Exit
- Selanjutnya akan masuk pada program Ms.DOS. Kemudian akan tampil menu sebagai berikut:

Win 98 Startup Menu
1. Start computer with CDROM support
2. Start computer without CDROM support
3. View the help file

Pilih 1 karena akan menginstall lewat CDROM
- Pada program Ms DOS pada A:/> ketik FDISK, lalu tekan enter.
- Pada tulisan Do you wish to enable large disk support (Y/N)?, maka pilih Y, lalu tekan enter.
- Selanjutnya muncul menu sebagai berikut:


FDISk Options

Current fixed disk drive: 1
Choose one of the following:
1. Create DOS participation or Logical DOS Drive
2. Set active partitioned
3. Delete partition or Logical DOS Drive
4. Display partition information
Enter choice:
Press Esc to exit FDISK
Tekan 1 untuk membuat partisi
- Selanjutnya muncul menu seperti berikut:

Create DOS Partition or Logical DOS Drive

Current fixed disk drive:1
Choose one of the following
1. Create Primary DOS Partition
2. Create Extended Partition
3. Delete Partition or Logical DOS Drive
4. Create Logical DOS Drive (s) in the Extended DOS Partition

Enter choice:
Press Esc to exit FDISK Options

Tekan 1 untuk membuat partisi utama ( Primary Partition)
- Tentukan prosentase partisi. Isikan 100% jika hanya ingin membuat satu partisi (Drive C), dan jika ingin membuat lebih dari satu partisi isikan misalnya 30%,50%,70% dsb.
-Kemudian pilih 2 untuk membuat partisi extended. Isikan sisa dari partisi pertama. Kemudian klik ESC dan FDISK akan membuat partisi logical secara otomatis.
Pada menu utama yaitu FDISK Options pilih 2 (Set Active Partition), perintah ini untuk menentukan partisi harddisk yang digunakan sebagai booting yang berisi file system.
- Tekan Esc dan Restart computer, atau dengan menekan ctrl+alt+delete.
- Proses partisi sudah selesai, masuk program DOS kembali (start up Win 98 SE) dan saat muncul opsi pilihan, pilih CD ROM Support, karena kita akan menginstall dengan Win98SE dari CD ROM. Tunggu beberapa saat sampai muncul A:/>

Lakukan format drive (high level format). Format ini untuk membuat track pada permukaan piringan. Fotmat dengan start up disk Win98SE akan menggunakan system FAT32. Langkah-langkah format drive sebagai berikut:
- Pada A:\> ketik FORMAT C: lalu tekan enter
- Selanjutnya muncul pesan sebagai berikut:

Warning, All Data ON Non-Removable Disk
Drive C: Will be lost!
Process with Format (Y/N)

- Tekan Y (Yes), maka proses format dilakukan, tunggu sampai beberapa waktu hingga 100%, setelah selesai muncul pesan sebagai berikut:

Format Complete
Writing out file allocation table
Complete
Calculating free space (this may take several minutes)……
Complete

Volume label (11 caracters, ENTER for more)?
Tuliskan nama label untuk drive C dengan maksimal 11 karakter, atau bisa langsung tekan Enter.
- Setelah itu kembali ke A:\> masukkan CD master Win98SE pada CD drive. Lalu ketikkan drive dinama CD Win98SE terdapat, misalnya drive F:, maka ketik “F:” lalu tekan Enter. Pada F:\> ketik “CD WIN98 SE” (ketikkan sesuai dengan nama foldernya) lalu tekan Enter. Setelah itu ketik “SETUP” lalu Enter.
Jika ditulis urutannya akan seperti berikut:
A:\> F:
F:\> DIR
F:\> CD WIN98SE
F:\>WIN98SE> SETUP
- Setelah itu akan muncul pesan sebagai berikut:

Please wait while setup initializes.
Setup is now going to perform a rotine check on your sistem.
To continue, pres Enter. To quit setup, press Esc.

Tekan “Enter” untuk melanjutkan proses. Selanjutnya Windows akan melakukan scandisk pada semua driver pada komputer anda. Tunggu beberapa saat sampai selesai. Setelah selasai tekan “Exit”. Setelah itu proses dimulai dengan urutan sebagai berikut:
1. Preparing to run windows setup
2. Collecting information about your computer
3. Copying windows files to your computer
4. Restarting your computer
5. Setting up hardware and finalizing settings
Estimated time remaining:
30 – 60 minutes
- Saat proses “Collecting information about your computer” pada menu “select directory” terdapat pilihan default pada C:\Windows, artinya anda akan menempatkan direktori windows pada drive C: , kemudian klik Next>
- Pada kotak dialog “Setup Option” terdapat pilihan default pada Typicaol, atau dapat di pilih yang lain yaitu portable (untuk jenis komputer portable, seperti laptop), compact (komponen windows yang penting saja yang diinstal), atau custom (memilih komponen windows yang akan diinstal). Selanjutnya klik Next>.
- Pada kotak dialog “Windows Component” terdapat pilihan default yaitu : - Install the most common components (Recomanded), atau bisa pilih – Show me the list of component so can choose. Selanjutnya klik Next>.
- Pada kotak dialog “Identification”, ini mengidentifikasi komputer didalam jaringan. Isilah pada “Computer name, Work group, dan Computer Description”. Selanjutnya klik Next>.
- Pada “Establishing your location” pilih Indonesia.
- Pada kotak dialog Start Up Disk, ini akan membuat start up disk Win98SE dengan disket, klik Next>. Karena anda sudah punya start up disk maka klik “Cancel” yang berarti tidak membuat start up disk. Saat muncul “Windows 98 Start Up Disk Remove the disk and then click OK to continue setup” maka keluarkan disket dari floppy drive, kemudian klik OK.
- Pada “Start copying files” klik Next>.
- Selanjutnya proses copying Windows dimulai, tunggulah sampai beberapa waktu dan Anda bisa melihat pada “Estimated time remaining dan indikator prosentase”. Saat indikator mencapai 100% maka komputer akan restart secara otomatis atau klik Restart Now.
- Selanjutnya akan muncul kotak dialog “User Information” isilah pada Name and Company, lalu klik Next>.
- Pada License Agreement klik “I accept the Agreement”, kemudian klik Next>.
- Pada kotak dialog “Windows Product Key” masukkan product key Win98SE. product key ini biasanya dapat dilihat pada sampul atau cover CD. Selanjutnya klik Next>
- Pada kotak dialog “Start Wizard” klik finish.
- Proses selanjutnya adalah “Setting up hardware and finalizing settings” dilanjutkan kembali, tunggu beberapa saat. Saat muncul “Date Time Properties” cocokkan tanggal, bulan, dan tahun sekarang. Pada Time Zone pilih (GMT+07:00) Bangkok, Hanoi, Jakarta. Lalu klik “Apply” kemudian klilk OK. Tunggu beberapa saat lagi sesudah itu komputer akan melakukan restart atau klik Restart Now.
- Masuk Windows, pada kotak dialog “Enter Windows Password” Anda bisa mengisi password lalu klik OK, atau mengosongkan lalu iklik Cancel. Proses selanjutnya detect hardware. Setelah selesai windows akan menampilkan desktop windows dan proses instalasi Win98SE sudah selesai.





Menampilkan Partisi
Untuk menampilkan informasi partisi yang sudah ada di harddisk, timpa angka [1] di “Enter choice” pada menu utama FDISK dengan anga [4]. Selanjutnya akan keluar jendela Display Partition Information. Jika harddisk sudah pernah digunakan dan di partisi menjadi dua, maka akn muncul sebuah tampilan. Harddisk tersebut sudah di bagi dua menjadi partisi PRI DOS (drive C) dan logical DOS (drive D). Partisi drive D mengandung logical drive dan jika ingin ditampilkan jawab Y (yes) dan tekan enter. Tekan Esc jika ingin kembali ke menu utama FDISK. Logical drive adalah sisa dari partisi primary drive. Akan ada tampilan logical drive yang ada di D. tekan Esc untuk kembali ke menu utama.
Menghapus Partisi
Untuk menghapus partisi, pada kalimat “enter choice” ketik [3] untuk memilih delete partition or logial DOS drive. Selanjutnya akan keluar jendela Elete DOS Partition or logical DOS Drive.
Pada “Enter Choice” ketik [3] untuk memililh Delete Logical DOS Drive(s) in the Extended DOS partition sehingga akan keluar jendela Delete Logical DOS Drive (s) in the Extended DOS Partition.
Pada pertanyaan what drive do you want to delete? Ketik D kemudian Enter. Pada enter volume label? Ketikkan volume label harddisk. Jika sebelumnya harddisk pernah di bagi menjadi dua, isikan dengan mengetik volume label harddisk D. jika volume label yang anda ketik tidak sesuai dengan volume label yang sedang berlaku, akses akan di tolak. Kita dapat melihat volume label dengan mengetik “VOL” dari DOS prompt sebelumnya.
Jawab Y (yes) pada pertanyaan are you sure? (Y/N) untuk menghapus partisi dan kemudian enter. Ketik N (no) untuk membatalkan perintah. Begitu kita menjawab Y, akan keluar pertanyaan.
Semua logical drives pada partisi drive D sudah dihapus. Selanjutnya tekan Esc sehingga muncul pertanyaan Drive letters have been changed or deleted dan tekan ESC lagi.

Dengan mengikuti menu yang sama, hapuslah Extended DOS Partition (partisi drive D). ketik [3] pada kalimat “Enter Choice” untuik memilih Delete Partition or logical DOS drive. Kemudian sistem akan kembali menampilkan menu utama Delete DOS Partition or Logical DOS Drive. Pada “Enter Choice” ketik [2] untuk memilih Delete Extended DOS Partition. Selanjutnya akan keluar jendela Delete Extended DOS Pratition.
Jika kita yakin drive tersebut akan dihapus, jawab dengan mengetik Y (yes) lalu Enter. FDISK akan kembali memberi tahu bahwa partisi drive D sudah dihapus (Extended DOS Partition deleted) kemudian tekan Esc.

Pada “Enter Choice” ketik [1] untuk memilih Delete Primary DOS Partition (menghapus partisi utama partisi Drive C). sistem akan menampilkan jendela Delete Primari DOS Partition.
- Pada pertanyaan “What primary partition do you want to delete?”, isi dengan [1] atau Cdan kemudian tekan enter.
- Pada pertanyaan “Enter volume label?”, isi dengan volume label harddisk C (misalnya[rafi]) dan kemudian tekan enter.
- Pada pertanyaan “Are you sure?(Y/N)”, jawab dengan mengetik Y(yes) dan kemudian tekan enter.

FDISK akan kembali memunculkan pertanyaan bahwa partisi drive C sudah dihapus (primary DOS partition deleted). Tekan Esc untuk keluer dari menu ini.
Membuat Partisi
Partisi Drive C

Pada kalimat “Enter Choice” ketik [1] untuk memilih Create DOS patition or Logical DOS Drive. Selanjutnya akan keluar menu utama Create DOS partition or Logical DOS drive.
Pada “Enter Choice” ketik [1] untuk memilih Create Primary DOS Partition, yaitu untuk membuat partisi pada drive C. selanjutnya akan keluar jendela Create Primary DOS Partition.
Timpa Y (yes) dengan mengetik N (no) sehingga keluar lagi pertanyaan pada jendela berikutnya.
Masukkan jumlah partisi yang diinginkan, boleh dalam Mbyte atau %. Contohnya isikan 90%. Sisanya (10%) untuk Extended DOS Partition (partisi untuk drive D). selanjutnya tekan enter. Tekan Esc setelah keluar pernyataan bahwa partisi drive C telah dibuat (Primary DOS Partition Created). Berikutnya sistem akan kembali ke menu utama FDISK Option.
Partisi Drive D
Pada “Enter Choice” kembali ketik [1] untuk memilih Create DOS partition or Logical DOS Drive, yaitu untuk membuat partisi pada drive D (Extended DOS Partition). Abaikan saja peringatan (Warning ) yang keluar.
Setalah keluar menu utama Create DOS Partition or Logical DOS Drive, ketik [2] pada “Enter choice” untuk membuat partisi pada drive D.
Pada bagian ini kita tidak perlu mengisi jumlah partisinya, langsung enter saja. Secara otomatis yang digunakan pada drive D adalah sisanya.
Pada jendela berikutnya akan keluar pemberitahuan bahwa partisi pada drive D sudah dibuat (Extended DOS partition created). Tekan Esc untuk melanjutkan perintah dan selanjutnya akan muncul jendela Create Logical DOS Drive (s) in the Extended DOS Partition, yaitu untuk mengisi logical drive pada partisi drive D.
Tekan enter sehingga FDISK akan mengeluarka pernyataan .
Tekan Esc untuk kembali ke menu utama FDISK Options.
Mengaktifkan Partisi
Dari menu utama FDISK options pilih Set Active Partition dengan mengetik [2] pada “Enter choice” sehingga keluar jendela Set Active Partition. Ketik [1] untuk mengaktifkan drive C dan kemudian tekan Enter. Selanjutnya akan keluar pemberitahuan Partition 1 made active (partisi drive C sudah dibuat aktif) dan tekan Esc untuk ikembali ke menu utama fdisk options. Karena sudah selesai, tekan Esc lagi untuk keluar dari fdisk sehingga akan keluar pemberitahuan System will now restart. Sistem akan melakukan restart dan masukkan cd bootable.
Memformat Harddisk
Setelah di restart, sistem akan kembali ke A:\>. Selanjutnya harddisk siap untuk di format. Cara memformatnya harus dua kali karena garddisk sudah kita partisi menjadi dua bagian, yaitu C dan D. setalah harddisk dipartisi, harddisk perlu diformat agar bisa diisi sistem dan data. Perintah untuk memformat drive C sebagai berikut: A:>format c:/s
Setelah selesai, drive D kita format dengan perintah sebagai berikut: A:>format d:
Perintah yang diberikan untuk memformat drive C dan D berbeda. Perintah c:/s pada drive C artinya kita memformat drive C dan sekaligus memberinya sistem. Selanjutnya, setiap kita ingin memformat ulang harddisk, fdisk tidak perlu lagi di jalankan.

Tidak ada komentar: